Salurkan Hobby dan Jalankan Bisnis Menggiurkan



Salurkan Hobby dan Jalankan Bisnis Menggiurkan


Para penghobi hewan mempunyai banyak peluang untuk menyalurkan kesenangannya diantaranya dengan mengikuti lomba maupun mencari peluang bisnis. Begitu juga yang dilakukan Tony Sumitro, penghobi perkutut, ayam dan wallet. Sejak kecil dirinya memang penghobi berat ayam bekisar dan itu disalurkan dengan berternak ayam baik ayam bekisar, bangkok, saigon maupun burma. “Memang sih, dulu pernah beternak burung perkutut di Probolinggo, tetapi karena orang tua nggak menghendaki, maka semua dijual secara borongan,” aku Tony yang berumur 48 tahun ini.

Setelah itu dirinya banting setir untuk menyalurkan hobinya yang dulu yaitu ayam bekisar. Sudah sejak dua tahun ini dirinya menekuni dengan serius dan mengembangkan peluang bisnis, bahkan kini mencapai jumlah 100 ekor. “Ini peluang bisnis yang menggiurkan, karena banyak permintaan,” kata pria kelahiran Sumbawa. Menghasilkan ayam yang berkualitas dengan cara mengawinkan secara silang antara ayam Saigon dengan Bangkok, ayam Saigon dengan Burma. Sehingga mendapatkan ayam yang benar-benar tangguh dan kuat untuk di medan lomba.

Hasilnyapun sangat digemari oleh penghobi ayam unggulan di Surabaya. Saking bagusnya dalam menelurkan bibit unggul untuk jenis ayam yang dikembangkannya, dirinya banyak menerima pesanan dari luar kota maupun luar pulau dan omzetnya bisa mencapai Rp.40 juta/bulan. “Bahkan ada calon pembeli yang ingin barter dengan sebuah keris bertuah,” cerita pria yang tinggal di Rungkut Asri Tengah. Dirinya sebenarnya tidak masalah ditukar dengan barang berharga asalkan harganya sesuai dengan kesepakatan masing-masing. Harga ayam Bangkok yang asli berkisar 7,5juta s/d 30juta.Dirnya juga mempunyai ayam jenis Saigon bernama “Yakuza” yang juara tahun 2010 di Semarang, bahkan ditawar oleh seseorang dengan harga 30juta tetapi masih belum diberikan karena belum cocok harganya.

Adapun cirri-ciri ayam Bangkok adalah tulang besar, pegangan beda dan wajahnya sangat sangar. Sedangkan ciri ayam`burma yaitu badan kecil mirip ayam lokal, tapi daya tarungnya sangat cepat dan lincah. Sedangkan ciri ayam Saigon adalah tahan pukul dan pukulannya sangat kuat tetapi agak bodoh. Dalam merawatnyapun ia sangat memperhatikannya utamanya untuk untuk kondisi kesehatannya. Dirinya rela setiap hari bangun jam 02.00 malam untuk melihat kondisi sehat tidaknya waktu ayam tidur. Bila ada gejala sakit, maka segera diobati dan disingkirkan sementara dari yang lainnya Dan untuk pengeluaran baik makanannya, obat dan lainnya dirinya rela mengeluarkan untuk membeli kebutuhan ayammnya dengan merogoh koceknya hingga sebesar Rp.2 juta tiap bulannya.(nur)

Komentar

Postingan Populer